Menulis, Memulai dari Hal Kecil

Mei 15, 2012

Baca Juga

Ilustrasi: ImamR

Mungkin bagi sebagian orang menulis adalah hal yang mudah. Berpikir sejenak lalu tuliskan. Namun pada kenyataannya tidak demikian semudah itu.

"Saya bingung bagaimana memulai sebuah tulisan," kata-kata yang sudah lazim saya dengarkan dari teman-teman saya.

Memang benar, tidak mudah untuk memulainya, jika kita terlalu lama berpikir. Padahal menulis itu tidak butuh banyak berpikir. Cukup menuliskan apa yang dipikirkan.

"Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal yang paling kecil, dan mulailah dari sekarang," yang dislogankan oleh pendakwah kita, Aa Gym, ada benarnya juga. Hal tersebut juga berlaku dalam sebuah tulisan. Memulai dari hal yang paling kecil.

Untuk memulai pun tidak ada mekanisme yang pasti seperti apa. Tiap personal punya cara sendiri untuk memulai sebuah tulisan. Berdasar selera saja. Namun cara paling simple yang bisa kita terapkan adalah dengan mulai memperbaiki tulisan kita dalam bentuk apapun, baik short message service (sms), Blacberry messenger (BBM), status facebook, twitter, komentar-komentar di jejaring sosial, dan sejenisnya. Sederhananya, berhentilah menggunakan bahasa-bahasa singkatan sekaligus "alay" di segala bentuk tulisan tadi. Membiasakan diri untuk tidak terjebak dalam pencideraan tata bahasa.

Penyingkatan tulisan dalam sms seharusnya tidak lagi dipengaruhi persoalan pulsa. Toh, sudah banyak provider yang menyediakan biaya gratis - paling tidak biaya murah - untuk sekali pengiriman sms. Selain itu, gadget yang dimiliki pun tidak lagi begitu membatasi penggunaan karakter huruf melalui sms.

Facebook? Jangan ditanya lagi. Maka sudah sewajarnya tulisan di dalamnya ditulis "biasa-biasa" saja, termasuk komentarnya. Tak perlu pakai bahasa alay. Saya malah pernah ditegur di salah satu lapak Kompasiana ketika berkomentar menggunakan bahasa sms. Disingkat, sesingkat-singkatnya. Hehe...

Untuk jejaring yang memang masih membatasi jumlah karakter tulisan, sebisa mungkin membuat tulisan tidak usah panjang-panjang dan disingkat alay. Apalagi jika ingin tulisan/ status kita dimengerti para pembacanya. Dikarenakan kita tidak membayar sejumlah karakter di dalamnya, lalu buat apa disingkat-singkat?

Memulai dari hal yang paling kecil tentu bisa membawa perubahan yang besar. Setidaknya dalam hal pembiasaan kita menulis. Memulai dari diri sendiri, sebelum mengajak orang lain. Jika kita sudah membiasakan, mencontohkan, semoga bisa meng-influence orang lain. Tidak perlu menunggu terlalu lama jika memang bisa dilakukan saat ini. Maka, mulailah dari sekarang juga.

It's so simple, kan..


--Imam Rahmanto--

You Might Also Like

0 comments